[SIARAN PERS] Rekrutmen Asisten Guru di Sekolah Australia dan Bedah Buku: Praktik Mengajar di Australia
Surabaya, 14/02/2025 - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang tengah meningkatkan wawasan mendalam tentang program pendidikan pengajaran bahasa Indonesia di luar negeri sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa Australia, saat ini tengah menjalin kerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra. Baru-baru ini, UNESA dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, telah membahas dan membuat program pertukaran guru ke Australia.
Diskusi tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 14 Februari 2025, pukul 13.00 WIB, bertempat di Aula Lantai 9 Fakultas Kedokteran UNESA Lidah Wetan. Sebagai salah satu kampus berbadan hukum, UNESA mengambil kesempatan untuk berkolaborasi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra dalam rangka meningkatkan internasionalisasi akademik dan juga keterampilan mengajar di UNESA.
Diskusi yang berlangsung pada hari Jumat, 14 Februari 2025 ini dihadiri oleh perwakilan dari UNESA, antara lain Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes. selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerjasama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Asrori, S.S., M.Pd. selaku Direktur Urusan Internasional, dan jajaran pimpinan akademik lainnya. Selain itu, hadir pula perwakilan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M.
Program yang dicanangkan oleh Mukhamad Najib, S.TP., M.M., saat menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra, Australia, merupakan program konversi untuk PLP MBKM dengan nama UGMA dan berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemenristek). Program ini bekerja sama dengan empat universitas di Indonesia, yaitu Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Di sisi lain, para peserta program ini juga telah menyusun sebuah buku setebal 277 halaman yang ditulis oleh 29 orang, yang membahas pengalaman empiris mereka selama mempraktekkan keterampilan mengajar di Australia.
Program asisten guru merupakan inisiatif strategis yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa UNESA dan sekolah-sekolah di Australia. Terdapat 620 sekolah di Australia yang membutuhkan asisten guru untuk pelajaran Bahasa Indonesia, yang mencerminkan tingginya permintaan dan minat terhadap program ini. Tugas utama dari peserta program ini adalah mengajar bahasa Indonesia dan memperkenalkan budaya Indonesia, namun tidak hanya sebatas itu. Sesuai dengan kompetensi masing-masing siswa, mereka juga dapat mengajar mata pelajaran lain yang relevan. Hal ini memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mengaplikasikan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang lain dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi lingkungan pendidikan di Australia.
Selain itu, program asisten guru telah berjalan sejak tahun lalu di UNESA, dengan 6 mahasiswa yang telah berangkat ke Australia pada tahun 2024. Untuk tahun ini, sudah ada rencana khusus untuk program tersebut serta informasi mengenai cara mendaftar dan persiapannya. “Tahun 2024 kami memberangkatkan 6 mahasiswa, dan semoga di tahun 2025 bisa lebih banyak lagi. Tahun lalu, kami mendanai program ini dengan dana penuh dari universitas. Namun tahun ini, kami membuka program mandiri terlebih dahulu, namun kami tetap mengupayakan agar mahasiswa bisa mendapatkan pendanaan dari universitas. Harapannya, kita akan mengirim lebih banyak dari tahun lalu,” ujar Asrori, S.S., M.Pd. selaku Direktur Urusan Internasional.
Informasi Lebih Lanjut:
Email: international_office@unesa.ac.id
Penulis: Azzamakhsyari Al Habsi
Editor: Andika Prasetyo
Share It On: