[SIARAN PERS] UNESA dan Universitas Edith Cowan: Sesi FGD tentang Program Gelar Ganda Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Khusus
Surabaya, 21/02/2025 - Universitas Edith Cowan (ECU) kembali menegaskan komitmennya untuk menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), khususnya dalam bidang pendidikan. Dalam pertemuan diskusi yang diadakan pada tanggal 21 Februari 2025 di Gedung Rektorat UNESA, dibahas dua program utama dalam skema Double Degree, yaitu tentang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Khusus.
Sebagai universitas yang memiliki kemitraan global, Universitas Edith Cowan (ECU) memiliki tiga kampus di Australia Barat, yang berlokasi di Joondalup, Mount Lawley, Southwest, dan Kota Perth. Dengan jumlah mahasiswa mencapai 30.000 orang - termasuk lebih dari 6.000 mahasiswa nasional dan internasional - ECU terus menunjukkan kualitas akademiknya, yang dibuktikan dengan prestasinya sebagai salah satu universitas terbaik di dunia yang masuk dalam peringkat 400 besar dunia.
Pertemuan diskusi ini dihadiri oleh Daniel Sprague selaku Manajer Akun Internasional Universitas Edith Cowan dan Keiza Ayu selaku Manajer Hubungan Eksternal AECC yang merupakan perwakilan dari ECU. Sementara itu, perwakilan dari UNESA antara lain Prof. Dr. Nurhasan M.Kes. selaku Rektor Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Martadi, M.Sn. selaku Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof, Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes. selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kemitraan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta sejumlah pimpinan, wakil dekan dari beberapa fakultas, koordinator program studi, tim kurikulum program studi, dan lain-lain.
Sebagai institusi pendidikan terkemuka, ECU menduduki peringkat pertama di Australia dalam bidang pendidikan dan pelatihan, dan komputasi. Selain itu, ECU juga menduduki peringkat ke-6 secara nasional dan diakui keunggulannya di bidang olahraga, serta masuk dalam 100 besar dunia untuk bidang keperawatan. Dalam program LPDP, ECU berfokus pada studi energi hijau dan terbarukan serta studi informasi digital, yang sejalan dengan perkembangan global menuju keberlanjutan dan transformasi digital. Kemitraan jangka panjang antara ECU dan UNESA semakin memperkuat kolaborasi akademik dan penelitian untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa dan dosen di lingkungan akademik internasional.
Dalam pertemuan ini, pembahasan mengenai program studi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Luar Biasa di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNESA menghasilkan diskusi lebih lanjut mengenai pelaksanaan program double degree dengan ECU. Sementara itu, meskipun saat ini UNESA belum memiliki program studi Teknik Lingkungan, ECU yang memiliki program studi tersebut menyatakan keterbukaannya untuk berkolaborasi. Fakultas Teknik UNESA juga telah menunjukkan ketertarikannya untuk berkolaborasi di bidang lain seperti sistem informasi, informatika dan teknik sipil. Terkait hal ini, ECU telah menyatakan kesediaannya untuk mendukung dan menyambut baik kolaborasi penelitian dengan Fakultas Teknik pada program studi yang disebutkan di atas.
Selain itu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNESA juga sedang mencari peluang untuk mengembangkan program magister gelar ganda di bidang sains serta memperluas kolaborasi dalam penelitian dan program pertukaran mahasiswa dengan ECU. Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNESA juga memiliki ketertarikan yang sama dengan FMIPA, terutama dalam hal program double degree, konferensi internasional dan pertukaran mahasiswa. Oleh karena itu, FIKK UNESA berharap dapat menerima informasi lebih lanjut mengenai peluang kolaborasi akademik dengan ECU.
Dalam diskusi mengenai program pertukaran pelajar ini, disepakati untuk memberikan durasi selama tiga minggu. Menurut tanggapan dari pihak FIKK UNESA, waktu tersebut dirasa cukup untuk memberikan pengalaman akademis dan praktikum yang maksimal bagi mahasiswa. FIKK UNESA juga mengajukan kerjasama dengan ECU dalam konferensi internasional di bidang Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan dengan mengirimkan dosen-dosen terbaik dari ECU sebagai peserta konferensi. ECU menyambut baik undangan ini dan menganggap undangan tersebut sebagai kesempatan yang sangat baik untuk berdiskusi lebih lanjut dengan para dosen di ECU. Konferensi yang akan diselenggarakan pada bulan Juni ini akan diselenggarakan dengan metode hybrid, yang memungkinkan dosen-dosen ECU untuk berpartisipasi sebagai pembicara dalam sesi online.
ECU menegaskan keterbukaannya untuk menjalin berbagai bentuk kerjasama dengan UNESA, termasuk kerjasama riset, pertukaran mahasiswa, program double degree, dan partisipasi dalam konferensi internasional. Jika ada tindak lanjut dari masing-masing fakultas, ECU siap untuk dihubungi secara langsung untuk diskusi lebih lanjut. Sebagai langkah konkrit, kerjasama ini akan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang akan diimplementasikan di masing-masing fakultas yang terlibat. Setelah sesi diskusi, dilakukan diskusi lebih lanjut dengan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNESA untuk memperdalam kerja sama di bidang pendidikan, yang akan ditutup dengan proses penandatanganan MoA sebagai bentuk komitmen resmi antara UNESA dan ECU.
Penulis: Hesti Apriana
Editor: Andika Prasetyo
Share It On: